Chronicle Legion: Volume 1 Chapter 4 (Part 4)

Setiap benteng pertahanan di Jepang dilengkapi dengan sebuah kuil air.

Selain itu, hampir setiap benteng pertahanan memiliki roh jahat. Hawa kesadaran dan boneka dewa penjaga inilah yang disebut roh spiritual.

Oleh sebab itu, kondisi lemah Sakuya juga akan menyebabkan hilangnya tenaga Seiryuu.

Sakuya saat ini berada di lantai atas menara pusat di benteng pertahanan Suruga.

Lebih tepat, bayang-bayangnya—salinan visual seorang gadis yang berpakaian seperti gadis kuil.

Menara pusat setinggi empat puluh meter. Menara biasa, biasanya akan mempunyai ruang pengamatan di bagian atas, tetapi menara pusat malah sebaliknya. Ruangan luas di lantai atas benar-benar gelap tanpa adanya jendela pada dinding luar.

Cahaya yang berkedap-kedip dari lilin-lilin di sekitarnya berfungsi untuk menerangi ruangan dalam ini.

Sebuah lingkaran sihir digambar di atas lantai batu, yang serupa dengan lingkaran sihir tujuh puluh meter pada punggung Seiryuu. Bayang Sakuya duduk di atas lingkaran sihir itu.

"Naumaku sanmandabodanan beishiramandaya, sowaka. Naumakuarratannoutaratayaya, atakyarobotarayachishaya, baishiramandaya, makarajaya, yakyashachibataba, sototasoshitsurabarasowaka—"

Demi meningkatkan energi spiritualnya, gadis itu merapalkan mantra seakan menyanyikan sebuah lagu.

Kedua kaki Sakuya terentang dan sikap duduknya tidak begitu rapi. Namun, peningkatan energi spiritual Sakuya terbentuk di atas benteng spiritual sebagai roh jahat Seiryuu juga berhasil menyebarkan penghalang gelombang aura.

Ruang yang mengelilingi benteng Suruga berputar dan berkilauan seperti dilihat melalui udara panas yang mendidih.

"Distorsi" membentuk penghalang fisik untuk menghadang serangan dan serbuan musuh, ini adalah "penghalang gelombang aura". Hanya dengan menggunakan gelombang pikiran dan mengubahnya menjadi kekuatan fisik yang cukup untuk mempertahankan benteng, sebuah teknik pengendali spiritual dari peringkat tertinggi.

Dan juga, terdapat lebih dari sepuluh petugas spiritual yang duduk bersemedi di sebelah Sakuya.

Dalam pasukan wilayah Tōkaidō, hanya pengendali spiritual yang mengenakan seragam yang mirip dengan pakaian petapa. Untuk membantu mengendalikan Seiryuu, mereka memusatkan pada mantra perapalan hanya seperti Sakuya.

"Crusade—Pasukan mendekat, sembilan puluh jumlahnya..."

Sakuya berhenti merapalkan mantra dan melaporkan situasi pertempuran dengan tenang.

Sembilan puluh Legion Inggris terbang telah tiba di depan Seiryuu. Kedua belah pihak terpisah sekitar empat ratus meter, jarak di mana pertempuran dapat beradu kapanpun.

Sembilan puluh Crusade musuh berhenti di udara, mempertahankan formasi melingkar mereka.

Setengah bagian depan Legion melepaskan tembakan.

Tentu, mereka menggunakan tembakan bertubi-tubi. Gelombang cahaya kilat ini tanpa ampun menimpa penghalang gelombang aura yang mengelilingi benteng pertahanan, menggoncangkannya dengan keras melalui daya tembak dan pengaruh kuat.

Namun, daya tembak itu tidak cukup untuk menembus dinding benteng energi spiritual.

Bayang utama Sakuya, Seiryuu, berada di atas menara pusat. Yang dilindungi oleh penghalang gelombang aura, tidak mungkin untuk tertembak.

"Putusan cuaca, aktifkan."

Atas perintah Sakuya, Seiryuu menderu dari atas menara pusat.

Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!

Awan mendung segera memenuhi langit dan menghujani petir untuk menyerang bagian atas formasi melingkar musuh.

Cetar! Cetar! Cetar! Cetar! Cetar! Cetar! Cetar! Cetar!

Pihak Suruga juga menggunakan tembakan bertubi-tubi, menyerang sembilan puluh Crusade dengan serangan petir dahsyat—Sayangnya, mereka masih tidak terluka.

Dikelompokkan dalam formasi melingkar, Crusade dipertahankan oleh partikel pelindung.

Semakin rapatnya sebuah formasi, semakin besar kekuatan pertahanan partikel. Putusan cuaca tidak memiliki daya tembak untuk menerobos formasi sembilan puluh Legion.

"Mengunci... Mempertahankan keadaan untuk sekarang."

Sakuya masih tak terpengaruh dan berlanjut menyerang menggunakan putusan cuaca.

Situasi saat ini berjalan sesuai rencana tempur Chevalier Akigase Rikka seperti yang direncanakan sebelumnya.

Sebelum serangan mendadak Rikka, petugas spiritual melaporkan adanya gelombang spiritual dari sejumlah Legion yang tak diketahui di timur, yang mungkin bersembunyi di laut untuk menghindari petugas spiritual.

Sebagai tanggapan, Rikka memerintahkan mereka jika terjadi penyergapan, mereka harus bertahan dengan sekuat tenaga sampai ia kembali—

Rikka telah mengeluarkan perintah ini dengan pertimbangan kondisi lemah Sakuya. Berdasarkan situasi saat ini, Sakuya awalnya mengira rencananya akan berhasil, tapi tak lama kemudian, ia mendesah dengan kecewa.

"Harimau kertas telah terlihat."

Crusade terbang berhenti menembak dan mengganti formasi.

Alih-alih menggunakan formasi rapi seperti persegi atau melingkar, mereka membentuk "susunan" rugby. Dengan menekuk sikap tubuh mereka, sembilan puluh Legion memegang bahu dan pinggang satu sama lain untuk mulai melaju ke depan!
TN: rugby di sini adalah sejenis olahraga seperti american football di mana dua grup pemain menekuk kaki mereka sebelum kedua tim itu mendorong satu sama lain untuk mencoba mendapatkan bola.

Benar adanya, pasukan musuh bermaksud melakukan dorongan.

Seperti sebuah satuan sembilan puluh pasukan raksasa terbang pada kecepatan tinggi ke arah penghalang gelombang aura.

Mempercepat, mempercepat, mempercepat, mempercepat. Berat sembilan puluh Legion dilipat gandakan dengan kecepatan untuk dampak seluruh tubuh, mengguncang penghalang gelombang aura dengan keras.

"...Kyahhhhhhhhhhhhhhhhh!?"

Sakuya menjerit.

Kerusakan pada penghalang gelombang aura disalurkan ke pemiliknya, roh jahat Seiryuu. Guncangan susulan mencapai boneka itu yang juga jiwa Sakuya.

"Perkiraan. Hanya bisa menahan satu atau dua hantaman lagi. Situasi saat ini tidak dapat dilanjutkan."

Sakuya merosotkan kedua bahunya secara menyedihkan.

Berkat Rikka yang memanjakannya pagi ini, dia akhirnya berhasil kembali menjalankan tugasnya.

Namun, keadaan mental lemahnya yang belum membaik. Roh spiritual bukanlah makhluk biasa dan tidak dapat pulih dalam beberapa hari. Mengaktifkan gelombang aura dalam keadaan seperti itu tidak akan mengeluarkan kekuatan asli mereka sama sekali—

Kesatria Yang Mulia yang melihat ini seharusnya dipuji untuk penglihatan tajamnya.

Selain itu, taktik keji namun sederhana tentang "penyerbuan dengan kecepatan tinggi menggunakan sembilan puluh raksasa seperti sebuah satuan" memang menghasilkan pengaruh yang jauh lebih besar daripada penembakan senapan secara terus-menerus...


"Itu benar-benar berhasil. Untunglah."

Menunggangi wyvern terbangnya, Lampard memaksakan sebuah senyum.

Kemarin, roh jahat Seiryuu Suruga dengan jelas dalam kondisi buruk. Seiryuu saat ini berusaha menyebarkan penghalang gelombang aura dengan kekuatan yang tidak diketahui.

Dihantam oleh inspirasi, Lampard memutuskan untuk mencobanya. Ia memerintahkan sembilan puluh sembilan Legion untuk menyerbu dengan seluruh kekuatan mereka.

Pergerakannya menimbulkan luka berat yang sangat besar. Sosok raksasa seekor naga biru di atas benteng pertahanan Suruga meraung kesakitan di balik penghalang yang berkilau. Kalau seperti ini, sepertinya ada beberapa serangan yang diperlukan untuk menghancurkan perwujudan roh jahat dan penghalang gelombang itu secara bersamaan.

Akhirnya, roh jahat digolongkan sebagai "kumpulan gelombang aura kuat".

Tanpa tubuh jasamani, mereka adalah sejenis keberadaan "ilusi". Karena penghalang gelombang aura dibentuk dengan memisahkan sebagian diri mereka untuk terwujud, hancurnya penghalang sama dengan ambruknya mereka sendiri.

"Sekali lagi, bawahanku. Aku mengandalkanmu."

Lampard memerintahkan Crusade-nya setelah menghentikan penghalang gelombang auranya.

Menerima perintah Lampard, sembilan puluh Legion mundur beberapa ratus meter dengan gesitnya sembari mempertahankan formasi utuh mereka dan membentuk susunan lain. Empat Crusade meninggalkan kelompok dan datang ke sisi pemimpin mereka untuk melayani sebagai pengawal.

"Aku tidak ingin mempermalukan diriku dengan kegagalan berat di depan Pangeran Hitam, jadi kumohon jadikan ini kemenangan mudah untukku," gumam Lampard pada dirinya.

Delapan puluh enam Crusade bersiap mempercepat dalam formasi susunan ketika...

Puluhan Legion biru terbang dari tanah.

Di atas daerah pegunungan benteng pertahanan Suruga, ada lahan tumbuhan hijau pada lereng bukit terjal. Legion ini telah bersembunyi di berbagai tempat di belakang tanah terjal itu.

"Musuh juga menyiapkan penyergapan juga!"

Wajarnya, penyergapan ini terdiri dari Kamuy Kerajaan Jepang, yang jumlahnya enam puluh empat.

Samurai biru itu menyerbu dengan cepat ke arah formasi utuh enam puluh empat Crusade. Sebagai ganti mengatur diri dalam formasi, para Kamuy menyebar sendiri menuju bumbungan langit layaknya burung pemangsa, berniat menggunakan bayonet mereka dalam pertarungan jarak dekat.

"Bersiaplah untuk berperang!" Lampard juga langsung memerintahkan.

Namun, Crusade telah menyingkirkan senapan mereka di punggung mereka demi membentuk susunan.

Mereka tidak bisa menembak balik dengan langsung. Selain itu, bertahan dalam formasi utuh juga menghalangi pengelakan satu sama lain. Enam puluh empat Kamuy tanpa ampun menyerang pasukan Crusade yang lumpuh.

Mengayunkan pedang-pedang mereka, samurai biru terus menebas Legion Inggris.

Kamuy tidak berkeliaran di sekitar Crusade yang unggul dalam jumlah setelah melancarkan serangan kejutan mereka. Setelah menyerang, mereka menyebar ke segala arah untuk masuk dalam taktik gerilya.

Pertempuran sementara ini memberika luka mematikan pada beberapa Crusade.

Dua puluh atau lebih dari mereka gugur, setelah menderita tusukan atau tebasan pada kepala mereka, leher atau lubang dalam armor mereka. Delapan puluh enam Crusade berkurang menjadi enam puluh lima sekarang.

Legion Inggris yang masih hidup dengan gegabah mengangkat senapan bayonet mereka, yang bersiap untuk menyerang balik.

Enam puluh empat melawan Kamuy yang masih berpencar, terbang di kejauhan pada kecepatan rendah untuk mengamati pasukan Inggris, menunggu waktu mereka untuk kesempatan lain menyerang...

"Perlukah kita mengejar? Atau berkumpul kembali untuk menyerang dari depan—" Lampard dengan cepat memutuskan langkah selanjutnya.

Mengamati di udara ini, tidak ada tanda-tanda pemimpin yang memimpin Kamuy. Misalkan Chevalier musuh tidak datang di daerah tersebut daripada bersembunyi, maka ia harus mengambil pilihan ketiga.

"Bergemuruhlah, pasukanku. Teriakan Perang!"

Crusade di bawah perintahnya dengan langsung mematuhi.

Teriakan keras mereka bergema melintasi seluruh Suruga. Terlebih, suara teriakan menggelegar dan bergema seperti guntur, yang bertahan sepanjang waktu.

Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh—

Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh—

Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh—

Gemuruh Legion ini dikenal sebagai Teriakan Perang.

Legion melepaskan sejumlah besar suara dari balik topeng di wajah mereka, membentuk lagu yang unik. Juga, Teriakan Perang memiliki pengaruh gangguan spiritual.

Kali ini, yang terkena dampak adalah enam puluh empat Kamuy yang baru saja tiba.

Legion dikendalikan oleh gelombang spiritual Chevalier. Di bawah gangguan spiritual, Legion tidak dapat menerima gelombang spiritual, sehingga kehilangan kendali.

Kamuy diremukkan satu demi satu seperti nyamuk yang telah disemprot oleh pestisida.

Firasat Lampad ternyata benar. Pemimpin musuh tidak datang. Semua yang harus dilakukan Chevalier di dekatnya adalah mengirim gelombang spiritual untuk memotong gangguan spiritual. Yang nampaknya kemenangan sudah dekat—Masih belum.

"Beberapa di antara mereka masih belum menyerah. Pasukan Jepang benar-benar gigih."

Tiga puluh Kamuy masih di udara, terbang dengan tak stabil di atas benteng pertahanan.

Lampard mengingat sifat Legion Jepang. Tangkas, tekun, berani—dan setia. Ketika penerimaan gelombang spiritual yang melemah pun, mereka masih menjalankan perintah tuannya dengan setia.

"Namun, kekalahan mereka hanyalah masalah waktu."

Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh—

Teriakan Perang Crusade terus berlanjut. Kalau begini, akan mudah menyerang Kamuy yang tersisa.

Kemudian semua yang tersisa adalah untuk meluluhlantakkan penghalang gelombang aura dan mengambil benteng pertahanan...

Lampard yakin akan kemenangannya.


Dari dua Kesatria Yang Mulia yang menyerbu hari ini, keduanya mempunyai Kekuatan Chevalier sekitar seratus.

Sebenarnya Kekuatan Chevalier Akigase Rikka adalah 154, lebih tinggi dari keduanya. Ketika ia memanggil sembilan puluh Kamuy untuk menghadapi barisan depan Crusade, ia masih memiliki beberapa puluh yang lebih. Menyimpan yang tersisa sebagai satuan cadangan, pada awalnya ia menyembunyikan kartu andalannya.

Chevalier berpengalaman dapat memanggil Legion dari jarak jauh.

Rikka mengirimkan sisanya ke benteng pertahanan untuk meperkuat pertahanan Sakuya—

"Teriakan Perang ya? Sungguh sesuai dengan nama Kesatria Yang Mulia. Dia memilih dengan ketepatan seperti rencana yang paling tidak menguntungkan di pihakku."

Rikka mendecahkan lidahnya dengan tak sabar. Ia masih berada di tanah garapan di atas pesisir Teluk Suruga.

Dari barisan depan Inggris yang melawan dengan berani, hanya dua puluh Crusade untuk menghadapi Rikka. Ada lima puluh lima Kamuy yang tersisa di satuan Rikka. Kedua pasukan mengambil formasi persegi dan saling menembak dari jarak yang agak jauh. Beberapa menit kemudian, ini akan menjadi kemenangan Rikka.

Namun, Rikka bisa mendengar suara keras dan tak menyenangkan yang datang dari langit.

Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh—

Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh—

Kamuy dikirim untuk membantu mempertahankan benteng pertahanan yang berada di bawah pengaruh gangguan spiritual dan tidak bisa menerima perintah Rikka. Yang paling buruk, nyanyiannya masih bergema.

"Bertahanlah sebentar lagi..."

Rikka menyalurkan gelombang spiritual kepada bawahannya di kejauhan, berdoa agar mereka bisa berjuang sampai saat terakhir.

Gelombang spiritualnya sangat kuat dan beberapa Kamuy masih bisa bertahan untuk sementara, tapi ia tak bisa berharap untuk keajaiban. Jika saja Sakuya dalam kondisi terbaik, maka tidak perlu baginya untuk memisahkan pasukannya—

Dalam beberapa menit, Rikka bisa kembali ke benteng pertahanan.

Namun, masalahnya adalah kalau pihaknya bisa saja dimusnahkan selama beberapa menit ini.


Balik ke Part 3
Lanjut ke Part 5

2 Comments for "Chronicle Legion: Volume 1 Chapter 4 (Part 4)"

avatar
Anonim

Kak maksih Ea udah terjamahin Ln ini jujur aja ya kak... nunggu bahasanya indonya itu lama banget wkwkwk thanks ya kak... bosen baca inggrisnya saya :v.... Always success

avatar

eh iya makasih, lagi sibuk banget belakangan.. maaf ya belum lanjut lagi